Ada Stok
Jiwa-Jiwa Teraniaya
Rp 60,300
Sebuah puisi yang seharusnya menampilkan bait-bait keindahan bisa berubah menjadi kengerian lantaran jiwa penulisnya yang tersia-siakan. Kesederhanaan yang semula begitu bersahabat, menjelma menjadi sebuah dendam karena tindak aniaya yang berlatar penolakan rasa cinta. Di balik bara dendam yang merenggut sebuah jiwa, teror dari alam kegelapan datang untuk menuntut balas. Seiring gelepar kepak sayap kelelawar-kelelawar hitam, jiwa-jiwa yang teraniaya itu bangkit untuk menuntut keadilan. Tak ada lagi tempat untuk berlari dan sembunyi dari maut yang mengintai atas perbuatan jahat yang pernah dilakukan. Sebab nyanyian tokek di tengah makam seakan telah mengabarkan datangnya penguasa kegelapan yang terusik dari alam kegelapan.

Watu Kuncung yang telah jadi saksi dari tindak kejahatan malam itu, mendatangkan air bah yang siap menenggelamkan setiap pelaku kejahatan yang telah merenggut nyawa dari sebuah jiwa yang teraniaya. Dendam pun membara di bawah rintik hujan.
Berat: 250g
Pengiriman
Kirim ke:
Dikirim dalam 24 jam,
(Setelah pembayaran dikonfirmasi)