Ada Stok
Aku Mau Menjadi Malam
Rp 53,500
Sinopsis :

Bagi kebanyakan penulis eksistensialis, tema kebebasan merupakan sebuah obsesi yang mendasari lahirnya karya-karya mereka. Kondisi tersebut sejalan dengan pernyataan Jean Paul Sastre bahwa dalam diri manusia ada dua macam keberadaan (identitas), yaitu ada dalam diri (lentre-en-soi) dan ada untuk diri (lentre-pour-soi). Hal inilah yang saya lihat pada seorang Agustinus Onoy Wahyono, seorang cerpenis, esais, penyair, kartunis, dan arsitek, yang secara sadar menyatakan diri sebagai bukan cerpenis, bukan penyair, atau bukan siapa-siapa sebagai sikap yang bukannya tanpa dasar. Sebagai seorang yang banyak berkecimpung dalam dunia seni-sastra, entah cerpen, esai, sajak, ilustrasi, sketsa, grafis, desain arsitektur, desain kaus, ia telah membuktikan ketekunan, bahkan keseluruhannya dikerjakan dengan bobot dan wawasan berkesenian yang mumpuni. Agustinus Wahyono : Dunia Paradoks Seorang Penulis Eksistensialis Titon Rahmawan, seorang arsitek, dan penulis novel Turquoise (2007)
Berat: 500g
Pengiriman
Kirim ke:
Dikirim dalam 24 jam,
(Setelah pembayaran dikonfirmasi)